
Banjarsari, Jawa Barat — Guru-guru SMAN 2 Banjarsari menunjukkan komitmen tinggi terhadap inovasi pendidikan dengan mengikuti workshop intensif bertema "Asisten Cerdas di Ruang Kelas: Transformasi Kinerja Guru dengan Kecerdasan Artifisial (AI)". Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 September 2025, ini bertujuan untuk merevolusi metode kerja guru di era digital.
AI: Dari Beban Administratif Menuju Interaksi Bermakna
Workshop ini berfokus pada pengenalan dan penerapan praktis Kecerdasan Buatan (AI) sebagai "asisten pribadi yang revolusioner" bagi para pendidik. Materi yang disampaikan diarahkan untuk membuka wawasan guru tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam tugas-tugas harian secara cerdas dan efisien.

Menurut panitia penyelenggara, tujuan utama dari pelatihan ini adalah membantu guru memangkas jam kerja administratif.
"Kita mengeksplorasi cara-cara cerdas untuk memanfaatkan AI, mulai dari persiapan materi ajar, pembuatan modul, hingga personalisasi pembelajaran bagi setiap siswa. Dengan AI mengurus pekerjaan repetitif, guru bisa lebih fokus pada interaksi yang bermakna dengan siswa dan menciptakan pengalaman belajar yang luar biasa," jelas salah satu fasilitator.
Selama tiga hari, peserta dibimbing untuk:
- Mempelajari tools AI untuk menghasilkan bahan ajar yang relevan dan menarik dalam hitungan menit.
- Memanfaatkan AI untuk menganalisis kebutuhan belajar individu siswa (personalisasi pembelajaran).
- Menggunakan AI dalam pembuatan rubrik penilaian dan evaluasi secara cepat dan objektif.
Memperkuat Kompetensi Guru di Era 5.0
Kepala SMAN 2 Banjarsari menyatakan bahwa inisiatif workshop ini adalah langkah strategis sekolah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era 5.0. "Inovasi bukan hanya untuk siswa, tapi harus dimulai dari gurunya. AI bukanlah pengganti guru, melainkan alat super canggih yang memperkuat peran guru. Dengan menguasai AI, guru-guru kita tidak hanya akan menjadi pengajar, tetapi juga perancang pengalaman belajar yang lebih efektif, efisien, dan berpusat pada siswa," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas dengan sesi praktik yang interaktif. Diharapkan setelah workshop ini, guru-guru SMAN 2 Banjarsari dapat langsung menerapkan pengetahuan AI yang mereka peroleh, menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis dan adaptif di ruang kelas.
