
SMAN 2 Banjarsari melaksanakan In House Training (IHT) bertema Pendidikan Karakter Pancawaluya pada 19–20 November 2025. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para guru untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Pada sesi materi, pemateri menjelaskan lima nilai utama Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Cageur menggambarkan kondisi sehat lahir dan batin sebagai dasar dalam beraktivitas.
Bageur menekankan pentingnya berperilaku baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Bener berkaitan dengan kejujuran dan bertindak sesuai kebenaran
Pinter menunjukkan kemampuan berpikir kritis, cerdas, dan keterampilan memecahkan masalah.
Singer berarti sikap sigap, cekatan, dan mampu bertindak tepat pada situasi tertentu.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok. Pada tahap ini, setiap kelompok guru mengidentifikasi berbagai situasi pembelajaran yang memungkinkan penerapan nilai-nilai Pancawaluya. Diskusi berjalan cukup intens karena tiap peserta berusaha mengaitkan nilai pancawaluya dengan kondisi kelas, karakter siswa, serta peluang penerapan yang realistis dalam kegiatan belajar. Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusinya, yang memunculkan banyak gagasan baru mengenai strategi penerapan nilai karakter di sekolah, mulai dari kegiatan pembelajaran, aturan kelas, hingga program pembiasaan harian.
Untuk mengetahui perkembangan pemahaman peserta, kegiatan IHT juga dilengkapi dengan pretest dan posttest. Pretest diberikan sebelum materi dimulai untuk mengetahui gambaran pemahaman awal peserta, sedangkan posttest dilakukan setelah seluruh materi selesai disampaikan. Hasilnya menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam menilai efektivitas pelatihan serta perencanaan tindak lanjut.
Melalui kegiatan IHT ini, SMAN 2 Banjarsari berharap seluruh guru dapat menerapkan nilai-nilai Pancawaluya secara konsisten, tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Dengan penerapan yang menyeluruh, sekolah berharap tercipta lingkungan belajar yang lebih positif, aman, aktif, dan mampu membentuk karakter peserta didik secara lebih utuh.
